Sunday

Industri Kreatif

Berawal dari lapak hingga Kafe


Seorang pemuda terlihat asik bersepeda dijalan Jendral Sudirman, beberapa waktu lalu. Dikaosnya terbaca sebuah tulisan, I Love Miyabi. Tulisan ini mengundang senyum, mengingat saat itu masyarakat sedang heboh akan rencana kedatangan Miyabi, seorang artis panas dari Jepang.

Mau tahu apa yang sedang terjadi di masyarakat? Baca saja kaos-kaos oblong yang banyak dipakai banyak remaja atau orang muda. Kaos oblong memang menjadi salah satu sarana yang dipilih orang muda untuk mengeluarkan isi pikirannya. Karena kaos dipakai, maka apa yang dipakai oleh tubuh akan menyatakan jati diri pemakainya. Pikiran, dtatus ataupun aliran politik akan dinyatakan tegas di kaos yang dikenakan.

Di masyarakat yang selalu berubah, tentu akan banyak pendapat dan selera baru. Hal ini yang membuat distro-distro yang mulai muncul akhir tahun 1990-an bias tetap eksis. Industri kreatif tidak bisa mati selama manusia masih hidup dan terus berkarya. Industri ini adalah pikiran dan hati manusia. Prinsip itulah yang menjadi pegangan para pelaku usaha distro melaju dalam usahanya.

Namun, dibalik sukses usaha kreativitas tersebut, mereka tentu punya sejarah. Bizarre Sounds, usaha distro pakaian dan asesoris berbau metal, terbentuk dari kumpulan anak muda pecinta metal. “Awalnya, kami sering bertemu dilapak, di Tanggerang. Dari cara kumpul-kumpul itulah akhirnya muncul ide membuka usaha pakaian dan asesori yang berbau metal,” ujar Iwan (25), salah satu anggota Bizarre Sounds yang bergabung ditempat itu sejak awal, 10 tahun lalu. Sementara usaha yang dimiliki Adi Sumanti ini sudah berbentuk sejak 1997.

Kompas, sabtu 7 November 2009


Informasi Relevan
 

Copyright © 2009 by Kado Cinta